Berita Kegiatan Sastra Uncategorized

LOMBA MUSIKALISASI PUISI 2017

Musik

LOMBA MUSIKALISASI PUISI

UNTUK PESERTA DIDIK SMA SEDERAJAT

TINGKAT PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Logo Kemendikbud

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN BAHASA

BALAI BAHASA KALIMANTAN BARAT

PONTIANAK

2017

PENDAHULUAN

Musikalisasi puisi adalah sebuah seni garapan yang di dalamnya ada puisi, lagu dan musik, yang dipadukan sehingga menjelma satu komposisi yang indah. Kandungan puisi disampaikan dengan daya ungkap yang lebih menarik dan kompleks.

Komponen yang dinilai dalam musikalisasi puisi sebagai berikut:

(1) “Pembacaan” puisi; berasal dari teks puisi asli, tanpa mengubah atau mengabaikan interpretasi teks; (2) Komposisi musik; berasal dari instrumen yang mengiringi teks puisi yang dibacakan atau dilagukan; (3) Lagu; berasal dari teks puisi yang dipilih. Tiga komponen ini kemudian disatukan menjadi musikalisasi puisi. ”Dunia” yang ada dalam puisi ”menjadi lebih hidup” ketika seni sastra dikolaborasikan dengan seni musik.

Kolaborasi dua seni itulah yang disebut musikalisasi puisi. Jika ditambah olah tubuh yang menarik tentu menambah keindahan visual saat kelompok tersebut tampil. Untuk selanjutnya, apabila musikalisasi puisi ini terus dilatih dan diterapkan untuk meningkatkan apresiasi sastra, para peserta didik akan mendapat dua pengalaman yang menyenangkan dalam mekanisme pembelajaran.

 

PESERTA

Peserta Lomba Musikalisasi Puisi ini berasal dari peserta didik setingkat SMA yang ada di Kalimantan Barat. Tiap kelompok maksimal 5 orang, ditambah seorang guru pendamping. Pemenang lomba tingkat provinsi akan dikirim ke tingkat nasional.

 

KETENTUAN LOMBA

– Tiap kelompok merupakan utusan dari sekolah tertentu. Pada saat mendaftar lomba, peserta harus melengkapi formulir dengan kartu pelajar.
– Karya yang ditampilkan merupakan karya original.
– Peserta dan pembimbing Lomba Musikalisasi Puisi ini harus menyerahkan 1) alamat lengkap, 2) fotokopi identitas diri, 3) surat pengantar dari kepala sekolah, serta 4) satu puisi pilihan.
– Alat musik yang digunakan dalam Lomba Musikalisasi Puisi diharapkan adalah akustik nonelektris dan/atau alat musik daerah. Diharapkan begitupun busana yang dikenakan, mencirikan lokalitas.
– Peserta memusikalisasikan satu puisi wajib dan satu puisi pilihan. Puisi wajib: ”Surat dari Ibu” Asrul Sani (terlampir). Puisi pilihan diserahkan kepada tim masing-masing, sebelum pelaksanaan lomba wajib menyerahkan empat rangkap kepada panitia.

PENILAIAN

  • Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Penilaian mencakupi penafsiran puisi (30%), komposisi musikal (20%), keselarasan (20%), vokal (20%), dan penampilan (10%).

 

PENGHARGAAN

Juara I: Rp 6.000.000,-

Juara II: Rp 5.000.000,-

Juara III: Rp 4.000.000,-

Harapan I: Rp 3.000.000,-

Harapan II: Rp 3.000.000,-

Harapan III: Rp 3.000.000,-

(Pajak ditanggung pemenang)

Tim yang meraih juara I dalam lomba tingkat provinsi akan dikirim ke tingkat nasional; tahapan ini tiket dan akomodasi ditanggung. Informasi selanjutnya akan disampaikan oleh panitia.

 

TEMPAT DAN TANGGAL PENTING

Lomba Musikalisasi Puisi ini diselenggarakan di Balai Bahasa Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani Pontianak. Jadwal kegiatan sebagai berikut:
• Pendaftaran peserta Lomba Musikalisasi Puisi Se-Kalimantan Barat: 6 Februari—28 Juli 2017.
• Pengarahan dan pengambilan nomor undian: 10 Agustus 2017, berikut pelaksanaan lomba dan putusan pada hari yang sama.

(Jika ada perubahan tanggal agenda segera akan disampaikan oleh panitia.)

 

KONTAK & ALAMAT
Balai Bahasa Kalimantan Barat
Jalan Ahmad Yani Pontianak
Narahubung: Yeni (081228538854)
FB: Balai Bahasa Kalimantan Barat

Laman: balaibahasakalbar.web.id

 

Puisi wajib:

Surat dari Ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang

pergi ke hidup bebas!

Selama angin masih angin buritan

dan matahari pagi menyinar daun-daunan

dalam rimba dan padang hijau.

 

Pergi ke laut lepas, anakku sayang

Pergi ke alam bebas!

Selama hari belum petang

Dan warna senja belum kemerah-merahan

Menutup pintu waktu lampau.

 

Jika bayang telah pudar

Dan elang laut pulang ke sarang

Angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri

Dan nakhoda sudah tak pedoman,

Boleh engkau datang padaku.

 

Kembali pulang, anakku sayang

Kembali ke balik malam!

Jika kapalmu telah rapat ke tepi

Kita akan bercerita

“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”

(Asrul Sani)

Sumber buku: “Tiga Menguak Takdir”

(yn)

Tinggalkan Komentar