Foto Karya Sastra

Puisi Firman Susilo

IMG-20160807-WA0001

 

SEPENGGAL ASA
_Firman Susilo_

Hari ini hujan seakan enggan pergi.
Kami pasti rasakan lagi
tentang apa yang dirasakan sebelum hari ini.
Bersabarlah…
dengan tangan terbuka.
Bangkitlah…
dengan semangat membara.
Tersenyumlah…
agar dada tetap lapang.
Bekerjalah…
dengan hati tulus dan ikhlas
agar keringat tak menjadi air mata.
Jangan tidur
jika ingin meraih mimpi.
Rencana Tuhan tentu yang terbaik buat kita.
Yakinlah…
Esok pasti menanti.

 

LANGIT MERAH
_Firman Susilo_

Langit merah sore itu
aku terduduk terdiam
menunggu waktu.
Sambil tak berhenti jari jemari walau sekali.
Mulut pun terus berucap syukur.
Aku masih menemukan kedamaian.

Tak terasa
Berpuluh semangat terlewati.
Berpuluh peluh terengkuh rapuh.
Berpuluh harap terpatri.
Berpuluh lagi tak bersisa.
Aku ingin memeluknya berkali-kali
walau sujudku belum menyempurnakan.
Aku harus kuat
agar dapat menyambangi malam pualam.

 

SENJA DI SIANG ITU
_Firman Susilo_

Ketika berderak plafon putih
yang tak kuasa menahan air.
Kemudian perlahan mengucur tak bertepi.
Habis sudah segala jerih payah
hampa tak bersisa.
Menunggu takdir tak bermakna.

Siang tak sempat menikmati senja.
Ketika suara gemuruh pilu memilu batin tak tersentuh.
Langit telah merelakan setiap rintik hujan yang jatuh ke bumi.
Cakrawala hiruk pikuk membahana.
Sementara daun tak kuasa membenci angin karena luruh tak terbatas.

Terbayang wajah buram matahari yang bersembunyi di balik awan.
Merintih tanpa suara.
Inikah akhir perjalanan panjang dalam ketidakpastian.

Aku menoleh lewat balik tirai jendela biru yang telah kusam dimakan usia.
Tapi itu tak akan pernah menyurutkan langkah walau harus tertatih pedih.
Keyakinan menggiring harapan walau tak pasti.
Yakinlah keraguan juga tak berarti apa-apa.
Aku harus terus melangkah walau kunangkunang tak bersetia lagi.

 

(yn)

 

2 Comments

Tinggalkan Komentar