Kegiatan

Kita Tidak Dikenalkan dengan Karya Sastra yang Layak

“Mari berimajinasi, Mari Berkreasi” merupakan sebuah ajakan dari Prof. Dr. Chairil Effendy ketika berbagi ilmu dan pengalaman dalam dialog komunitas guru Bahasa Indonesia se-Kalimantan Barat di Aula Balai Bahasa Kalbar pada hari Kamis, 12 Mei 2016. “Menulislah agar anak cucumu tahu kamu pernah ada di dunia ini,” ujar dosen sastra di FKIP, Universitas Tanjungpura ini.

prof chairil balai bahasa
Selanjutnya, Chairil Effendy mengungkapkan masalah besar dalam pembelajaran sastra adalah kita terlalu dicekoki dengan teori sastra bukan karyanya. Mereka tidak dikenalkan dengan karya-karya yang layak. Padahal, pengalaman estetik itu hanya muncul ketika membaca karya sastra. Dialog yang mengusung subtema Ekspresi Merdeka ini mendapatkan apresiasi dari para peserta. Peserta dengan antusias bertanya kepada profesor sastra kelahiran Kota Singkawang ini.

Lebih lanjut sang profesor mengungkapkan pendidikan kita belum memerdekakan anak. Oleh karena itu nasihat Chairil Effendy, “Menilai karya anak itu jangan mengikuti ukuran kemampuan guru. Biarkan mereka berekspresi merdeka. Apresiasi saja, nanti baru kita bina.”

Dalam dialog komunitas bahasa dan sastra ini sang profesor mendapat kejutan dari para mantan mahasiswanya. Ia mendapatkan tumpeng ulang tahun pada sesi rehat. Senyum sumringah dan senang tampak dari raut wajah sang profesor yang berusia 59 tahun ini.

Tinggalkan Komentar