Berita

Bagikan 600 Buku kepada Siswa Terdampak Asap

balai bahasa bagi buku

Banyak cara melawan kabut asap yang melanda Kalbar. Salah satunya dilakukan Balai Bahasa Kalimantan Barat melalui aksi membagikan 600 buku. Aksi tersebut merupakan gerakan literasi kepada siswa yang terkena dampak asap.

balai bahasa bagi buku
“Kami ingin berpartisipasi dalam bentuk lain terhadap dampak asap melalui bidang kerja Balai Bahasa Kalbar,” ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Firman Susilo, kemarin.Ketika kabut asap menyelimuti beberapa daerah di Kalbar, banyak pihak berpartisipasi. Sebagian besar melakukan aksinya dengan membagikan masker kepada pengguna jalan. Balai Bahasa Kalbar juga melakukan aksi berbagi. Tetapi bukan masker, melainkan buku bacaan bagi siswa sekolah.“Ini cara kami melawan asap, yakni dengan menyediakan buku-buku yang dapat dibaca siswa ketika berada di rumah,” ujarnya.

Aksi membagikan buku ini dilaksanakan pada 5 November 2015. Tepatnya di Kabupaten Sekadau. Ketika itu juga dilaksanakan Pelatihan Pedagogik dan Profesionalitas Guru. Ada 160 guru dari semua tingkatan pendidikan mengikutinya. Dalam pelatihan itu, sebanyak 600 buku yang terdiri atas delapan judul itu dibagikan. Yakni Lawang Kuari, Asal Mula Rombok Manangar, Pucuk Mempauh, Renungan, Elang Emas, Pengejar Mimpi, Untuk yang Punya Perasaan, dan Kisah Rumah Keluarga Tjhia.

Buku-buku tersebut merupakan cerita rakyat dan puisi hasil proses kreativitas guru dan siswa ketika mengikuti kegiatan Bengkel Sastra yang diselenggarakan Balai Bahasa Kalbar. Ada juga buku terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud.“Diharapkan buku-buku yang dibagikan ini juga bisa digunakan sebagai bahan pengayaan di sekolah karena materinya berbasis muatan lokal,” kata Firman.Bahan bacaan ini dapat menginspirasi dan memotivasi siswa agar senang membaca, terutama ketika diliburkan akibat terdampak asap. Saat ini minat siswa untuk membaca harus ditingkatkan lagi. Hal ini mengingat nilai hasil ujian Bahasa Indonesia tak merata. Hanya sedikit yang mendapatkan nilai delapan atau sembilan. Berbeda dengan mata pelajaran lain seperti matematika, banyak yang mendapatkan nilai sembilan, bahkan 10.

“Untuk soal Bahasa Indonesia, jika siswa gemar membaca, tentu bisa menjawab soalnya. Sebab soal Bahasa Indonesia itu sebagian besar mengharuskan siswa membaca (kalimat),” ungkap Firman.Rencananya Balai Bahasa Provinsi Kalbar juga akan membagikan buku-buku bacaan bermutu kepada siswa di kabupaten lainny. “Rencananya ada pelatihan guru lagi di Kubu Raya, Bengkayang, dan Mempawah. Buku-buku serupa akan dibagikan di sana,” tutur Firman. (pontianakpost.com)

Tinggalkan Komentar